Free SSL Certificate

Wisata Trowulan Mojokerto dengan salah satu obyek wisatanya Candi Wringin Lawang adalah salah satu yang aku kunjungi ketika perjalanan dari Surabaya ke Solo beberapa waktu yang lalu. Trowulan merupakan komplek situs peninggalan Kerajaan Majapahit yang berada di Kabupaten Mojokerto. Kurang lebih berjarak 60km dari Surabaya dan 230km dari Solo, tempat kediaman kami saat ini.

Sejujurnya aku hanya mampir ke Candi Wringin Lawang dimana peninggalan ini memiliki daya tarik tersendiri dari sebuah gapura yang menjulang dengan taman yang indah di sekelilingnya.

Candi Wringin Lawang

Lewat Ashar kami singgah di tempat ini. Aku MYY dan Avis sengaja mampir ke sini sebagai upaya melepas lelah sejenak setelah menempuh perjalanan kurang lebih 58km dari Surabaya menuju Solo. Sekaligus mengatur waktu supaya kami dapat melakukan shalat Maghrib di sebuah mesjid megah di daerah Kertosono.

Wisata Trowulan Mojokerto

Wringin Lawang merupakan gapura yang berasal dari kata beringin. Lawang berarti pintu atau gapura. Terlihat dua bangunan simetris dan terlihat terbelah yang terbuat dari bata merah. Takjub juga dengan bangunan ini dan sedikit membayangkan bangunan jaman dulu tanpa adukan semen modern namun terlihat sangat kokoh.

Fungsi dari bangunan ini konon masih misteri, namun sebagaimana dikutip dari Wikipedia kalau bangunan ini diduga sebuah gerbang menuju ke kediaman Mahapatih Gajahmada.

Candi Wringin Lawang

Aku abadikan mereka yang sedang asyik foto-foto.

Kami memuaskan diri untuk berfoto-foto dari berbagai sudut, terutama MYY yang memang doyan motret dan kini membuka usaha Jasa Fotografi di Kota Solo. 

Wisata Trowulan Mojokerto

Sebetulnya banyak sekali peninggalan Kerajaan Majapahit dan wisata lain yang layak untuk dikunjungi, tersebar di beberapa desa di Trowulan dan hampir seluruhnya tertata apik dengan tatanan taman yang cukup indah. Beberapa foto yang menjadi koleksi MYY dan pernah mengunjunginya adalah :

Candi Brahu

Candi Brahu ini berada di Dukuh jambu Mente desa Bejijong, Trowulan. Diberi nama Brahu, berasal dari kata wanaru atau warahu yang bersumber dari sebutan sebuah bangunan suci yang disebut dalam Prasasti Alasantan. Prasasti ini diperoleh berdekatan dengan lokasi Candi Brahu (Wikipedia).

Candi Brahu

Foto ini diambil ketika MYY berkunjung kesini bersama Blogger Surabaya, Yuniari Nukti dan Suami ketika akan menghadiri pernikahan asisten kami di Kertosono.

Kolam Segaran

Kolam Segaran Trowulan

Konon berfungsi sebagai waduk penampungan air. Foto ini juga diambil oleh MYY ketika keliling situs Trowulan beberapa tahun yang lalu.

Patung Budha Tidur

Patung Budha Tidur

Patung Siddharta Gautama ini memiliki panjang 22 meter, lebar 6 meter,serta tinggi 4,5 meter. Foto ini juga diambil MYY pada waktu bersamaan berkunjung ke Candi Brahu bersama Mbak Yuni.

Candi Brajang Ratu

Candi Brajang Ratu

Foto ini diambil ketika MYY ada pertemuan dengan temannya yang tergabung dalam kelompok usaha CPA beberapa tahun yang lalu.




Sedangkan yang belum dikunjungi padahal cukup populer sehingga komputer kami tidak menyimpan fotonya, antara lain Candi Tikus, Musem dan candi-candi kecil yang bertebaran di daerah tersebut. Kelihatannya jika seluruhnya dikunjungi paling tidak harus menghabiskan 2 hari penuh karena satu dengan yang lainnya cukup berjauhan walaupun masih berada di daerah Trowulan.

Artikel terkait :

Lelly
Lelly
Lelly, ibu dari 3 orang anak, pemilik Toko Online BatikGanitri.Com dan BatikGanitri.Co.Id. Batik Ganitri menyediakan batik tulis, batik cap, batik printing, shibori, jumputan dalam bentuk kain dan pakaian jadi. Juga menerima seragam batik untuk sekolah, instansi, pramugari dan seragam keluarga.

2 Comments

  1. Ransel Usang says:

    Patung siddharta gautama unik juga kak, benar mahakarya luar biasa

  2. Ransel Usang says:

    Patung siddharta gautama unik juga kak, benar mahakarya luar biasa kakk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *