Free SSL Certificate

Motret Pernikahan di Wonogiri menjadi pengalaman tersendiri, karena baru pertama kalinya aku menjadi asisten suamiku yang membuka usaha Jasa Fotografi di Kota Solo.

Harus ya, aku ceritakan di sini, karena motret yang dibayar itu ternyata kondisinya lain dengan motret biasa saja. Aku serasa menjadi bagian yang mengemban tanggung jawab penuh. Padahal fotografer utamanya kan MYY.

Awalnya :

SMS muncul dari seseorang yang tinggal di Jakarta namun akan melakukan prosesi pernikahan di Wonogiri. Menanyakan price list pemotretan. Aku langsung kontak MYY untuk segera mengirimkannya lewat email yang diberikan. Saat itu juga dikirim beberapa alternatif. Paket yang kami miliki adalah Silver dan Gold.

Sebelumnya aku tanya terlebih dahulu darimana tahu kami memiliki usaha fotografi. Ternyata dari artikel sebelumnya. Asyik punya deh .. blog ini ternyata memberikan manfaat dalam memasarkan kerjaan suamiku .. ihirrr, dapet deh bonus wkwkwkkwk.

Selang beberapa jam kemudian, berlanjut ke Whatsapp .. beliau tanya-tanya kemudian sepakat memilih Paket Silver, yang menitik beratkan pada dokumentasi liputan prosesi pernikahan lengkap dengan durasi waktu pemotretan selama 6 jam.  Alamat lengkap tempat dilangsungkannya prosesi dikirim saat itu juga. Uang muka sebesar 50% ditransfer 3 hari kemudian.

Persiapan Motret Pernikahan

Desa Yang Asri

Kami bahas dengan asisten barunya MYY di Solo untuk melakukan pemotretan. Mengingat lokasi yang cukup jauh ketika cek di google map, sepakat untuk survey terlebih dahulu.

Survey

MYY yang melakukan survey langsung ke lokasi yang jaraknya kurang lebih 80 km dari kediaman kami.  Tujuannya adalah :

  • Supaya tidak banyak bertanya untuk lokasi di kemudian hari. Kelak datang langsung parkir gak tanya kiri, kanan, depan, belakang dan waktu perjalanan.
  • Melihat sekilas tentang gambaran lokasi.
  • Menentukan peralatan yang harus di bawa.

Hasil survey menjadi bahasan kami sehingga diputuskan :

  • Acara dimulai pukul 10.00, hal ini menentukan kami tidak perlu menginap di Wonogiri, mengingat perjalanan dapat ditempuh selama 2 jam perjalanan saja. Kami memutuskan berangkat pukul 05.00,- sehingga diharapkan paling tidak 2 jam sebelum acara dimulai kami sudah tiba dan ada kesempatan memotret pengantin yang sedang dirias.
  • Peralatan yang dibawa adalah 1 buah kamera Canon 7D, Canon 60D dengan lensa 17-40mm dan lensa 85mm dirasa cukup untuk mengcover beberapa keperluan pemotretan. Namun kami juga membawa Fujifilm untuk antisipasi jika terjadi beberapa gangguan. Flash Yong Nuo 560 seri III sebanyak 2 buah menjadi bagian yang harus hadir. Demikian juga aksesoris lainnya seperti tripod, pembersih lensa dan sensor.
  • Mencatat list acara, membuat list pemotretan.
  • Awalnya sebelum survey, aku tidak akan ikut. Biar MYY saja sama asistennya yang sudah lama melakukan kesepakatan jika ada pemotretan di Solo. Namun ternyata karena ada beberapa alasan harus membawa asisten perempuan, akhirnya aku dilibatkan. Dan ternyata keputusan MYY tepat, dan menjadi catatan penting baginya jika memotret pernikahan akan selalu mengajak asisten perempuan. Hal ini juga diamini oleh kawanku waktu SMA yang ternyata dia adalah fotografer senior di kota Solo bahkan namanya sudah menasional karena banyak yang konsultasi kamera infrared ketika kami mencoba koordinasi dan konsultasi.

Eh temenku tadi menyarankan kalo motret pengantin pake mirrorless saja katanya. Biar gak ribet dan ada beberapa situasi yang susah dijangkau akan mudah dengan menggunakan mirrorless.

Baru nyadar kalau ternyata MYY tidak pernah main-main untuk melakukan persiapan, karena menyadari bahwa pernikahan sangatlah penting. Belajar dari pengalaman ketika motret sebelumnya, semua pihak biasanya selalu melakukannya dengan detil dan keinginan untuk selalu sempurna.

Penugasan, untuk ceremony MYY yang utama, dan aku kebagian motret candid dengan memegang kamera 60D dan lensa 85mm, serta Fujifilm mirrorless sesuai saran kawanku tadi. Dan ternyata bener juga .. yang jelas lebih ringan he he. DSLR otomatis lebih dari 1 kg beserta flashnya.

Motret Pernikahan

Motret Pernikahan

Siap Action 🙂 by MYY

Pagi jam 05.10 menit kami berangkat menuju Wonogiri. Tidak ada istirahat di tengah perjalanan. MYY nyetir menggeber sampai jarak 1 km dari lokasi, baru mencari sarapan. Alasannya karena menjelang 1 km tidak akan ada gangguan. Kalaupun ada gangguan jaraknya cukup dekat. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan adalah lebih penting.

Demikian juga sarapan, harus dilakukan pada saat itu. Jangan sampai tidak sarapan dan mengandalkan panitia untuk sarapan. Mereka sudah terlalu sibuk mengurus acara. Jika kita harus mengurus sendiri. Demikian petuah MYY.

Pukul 07.40 kami tiba di lokasi.

Kami kulo nuwon dulu ke pihak keluarga. Orang tua pengantin yang dulu menerima MYY ketika survey adalah yang paling utama, kemudian menuju ke pengantin wanita dan memperkenalkan diri. Beruntung suamiku ini memang luwes. Aku suka perhatikan dari jauh. Mudah akrab dengan pengantin dan beberapa pihak keluarga lainnya. Termasuk juga periasnya wkwkwk. Sambil memperkenalkan diri, tidak lupa mulai jepretan pertama di ruang rias. Akupun mulai dengan disuruh berkeliling dan memotret sekitar yang sekiranya menarik untuk difoto. Suasana pedesaan yang asri, tidak luput dari bidikan kami namun tetap menjadi bagian foto.

Menjelang pukul 10.00, mendapat aba-aba kalau pengantin pria akan segera tiba. Kamipun bersiap di gerbang masuk. Dari mulai iring-iringan kendaraan sampai pada detik-detik pengantin pria turun dan perjalanan ke lokasi tidak luput dari jepretan 3 kamera yang kami boyong. Seru.

Motret Pernikahan

Penandatanganan ketika akad nikah, hasil motretku dengan menggunakan Canon 60D dan lensa 85mm.

Yang membuat aku sedikit tegang adalah ketika akan memotret akad nikah. Aku pilih lokasi yang berseberangan dengan MYY. MYY mengatur keliling setengah lingkaran. Bagian Utara menjadi tugas MYY dan Selatan menjadi tugasku. Dengan demikian semua bisa tercover oleh dua orang.

Alhamdulillah pemotretan kelar tepat pukul 14.00,-. Lantas dilanjut dengan :

Post Wedding

Lokasi Post Wedding

Salah satu lokasi pemotretan untuk Post Wedding

Ya, katanya tidak ada prewedding. Diganti dengan postwedding. Pengantin pria berpakaian batik dan wanita berpakaian hijab santai. Kebetulan ada sebuah sungai anak Bengawan Solo yang berada tidak jauh dari lokasi pernikahan.




Waktu menunjukkan pukul 14.00. Matahari masih terlihat terik. Suamiku paling tidak suka memotret dalam kondisi seperti ini. Karena hasilnya akan flat, katanya. Tapi harus dilakukan karena aku yakin sang pengantin sudah lelah. Mereka baru tiba hari Sabtu dari Jakarta dengan menempuh perjalanan kurang lebih 20 jam, sehari sebelum akad. Jadi mau tidak mau harus kelar pada jam itu.

Jadi harus menghasilkan foto yang bagus di tengah suasana terik masih terasa.

Post Processing

Post Processing

Beberapa hasil fotoku yang masuk ke proccessing dari seluruhnya hampir 300 jepretan yang dihasilkan.

Acara sudah kelar. Kami bergegas segera pulang ke Solo supaya malamnya MYY bisa melakukan post processing sehingga esoknya sudah bisa kelar dan dikirim hasilnya hari Selasanya. Kamipun ngebut. Keinginan untuk mampir sejenak di Gajah Mungkur diabaikan. Biar istirahat sejenak di rumah saja sekaligus melihat, memilih dan mengedit dalam suasana sambil melepas lelah.

Ini full tugas MYY, Aku cuman nunjukin tambah kurang tanpa bagi kali wkwkwkkwkk.

Motret Pernikahan

Paket hasil yang dikirim ke Kedua Mempelai.

Hasilnya 100 foto tercetak dengan ukuran 4R, 5 ukuran 10R dan 350 lebih file digital serta video slideshow dalam bentuk DVD dikirim. Semoga saja mereka puas atas kerja kami.

Kami coba memperlihatkan hasilnya ke teman kami, kawan senior tadi.

Dia berkomentar. “Lel, kan suka ada tuh keluarga yang hanya mau difoto oleh fotografer perempuan. Kamu boleh ya jika aku ajak!”

Aku jawab singkat …. Siapppppp Senior!.

“Entar aku training lagi, ya!”, lanjut dia.

“Asyeeeekkk”.

Ucapan Selamat

Catatan : 

Mohon maaf karena tidak mendapat ijin dari kedua mempelai untuk menampilkan foto di web atau blog, foto-foto mereka tidak aku tampilkan dalam kondisi yang lebih jelas atau diblurkan. 

Bagi yang berminat untuk menggunakan jasa kami, silakan kontak melalui sms terlebih dahulu ke 081319652998. 

 

Lelly
Lelly

Lelly, ibu dari 3 orang anak, pemilik Toko Online BatikGanitri.Com dan BatikGanitri.Co.Id.
Batik Ganitri menyediakan batik tulis, batik cap, batik printing, shibori, jumputan dalam bentuk kain dan pakaian jadi. Juga menerima seragam batik untuk sekolah, instansi, pramugari dan seragam keluarga.

4 Comments

  1. adi pradana says:

    Asik banget bisa motret pernikahan. saya blm punya kamera dslr nih. pen belajar motret juga….

  2. Monda says:

    Alhamdulillah mbak, pengalaman pertama lancar semuanya ya.., semoga sukses dengan kerjaan yang memang passionnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

javascript hit counter