Free SSL Certificate
Membuat Group Reseller di Facebook
Membuat Group Reseller di Facebook
January 15, 2017
etika komunikasi media sosial
Etika Komunikasi di Media Sosial
January 23, 2017

Membangun Reputasi Toko Online | Jungkir Balik Membangun Batik Ganitri

Membangun Reputasi Toko Online

Berjualan di internet dengan toko online adalah tantangan tersendiri bagiku, karena keyakinan untuk membangun reputasi atau meraih kepercayaan,  akan membutuhkan kerja keras. Mereka para customer tidak mengenal sebelumnya bahkan tidak pernah tatap muka untuk bertransaksi. Aku menilai wajar jika ada yang berpandangan bahwa di dunia maya sarat dengan penipuan. Barang tidak sesuai dan aneka jenis penilaian negatif. Tantangan bagiku untuk berada di posisi sebaliknya. Punya produk yang baik.

Suamiku sejak tahun 2009 jatuh bangun di internet. Dia sering membaca tulisan-tulisan blogger yang memiliki konten tentang transaksi di internet. Banyak ilmu dan informasi yang diperoleh.

Aku memiliki paypal yang sering digunakan untuk transaksi online. Dulu ketika masih ngantor, sering berburu tiket pesawat murah, 6 bulan menjelang cuti besar.  Aku dan suamiku sejak tahun 2009 adalah pelanggan domain dan hosting, bahkan menjadi reseller perusahaan hosting yang kini digunakan oleh beberapa blogger yang menitipkan dan menyerahkan pemeliharaan hostingnya kepada suamiku.

Semua ini memberikan pertanyaan serius, kenapa aku harus ragu membuka toko online?,  dan harus ragu mereka tidak akan bertransaksi di internet sementara kami sendiri walau masih mungil ngil ngil memberikan kepercayaan kepada orang lain paling tidak belanja hosting dan domain serta berburu tiket pesawat. Dan sampai saat itu blogku, dan blog suamiku baik-baik saja. (Oh ya, aku dulu punya blog, sebelum Catatan Lelly ini hadir).




Di sini lah mulai berpikir keras. Menjadi pemicu untuk berani membuka usaha Toko Online Batik Ganitri. Menjajakan aneka jenis produk batik dari yang murah sampai yang termahal menurut versiku. September 2014 adalah momentum terbaik dimana aku diberikan kepercayaan diri yang lebih untuk mendirikan :

Batik Ganitri

Dunia perbankan adalah tempat belajar yang baik dalam bersikap dan memberikan kepercayaan kepada konsumen. Beruntung aku bisa bergelut selama 17 tahun dari mulai bagian legal sampai wakil pimpinan cabang di Surabaya. Para nasabah tidak segan untuk menyimpan dana di bank tempat aku kerja yang jauh lebih kecil dari bank yang digunakan untuk transaksi di toko onlineku. Pengalaman ini memberikan pengaruh kuat kalau tokoku juga harus bisa dipercaya menjadi sebuah toko online dimana orang tidak akan ragu untuk berbelanja. Meski tanpa tatap muka.

Susahkah Membangun Reputasi Toko Online?

Tadi malam, aku membaca status seseorang di facebook, yang memiliki keraguan untuk menjadi reseller karena khawatir produknya tidak berkualitas. Inilah yang aku rasakan beberapa waktu yang lalu ketika aku mulai membangun tempat jualanku di Surabaya. Jauh dari tempat dimana kami memiliki kemudahan bekerjasama memproduksi batik, kesulitan untuk memproduksi masal dan harus pandai mensiasati bagaimana aku harus berhubungan dengan supplier sementara mereka mengirim dari Solo dan aku tinggal di Surabaya.

Pemikiran akan selalu sama ketika kita bertransaksi untuk sebuah produk, yakni khawatir mendapatkan produk yang tidak sesuai dengan apa yang ditampilkan di sebuah toko. Terlebih belum mencobanya. Belum memulainya.

Ketika aku membangun BatikGanitri.Com, pembeli pertama adalah seorang blogger. Kawannya suamiku. Jadi bukan tantangan besar untuk kami karena kami sudah saling mengenal. Beberapa blogger penjadi pelanggan kami, bahkan Pakde Cholik, blogger senior  yang tak segan membantu dan mendukung kami menggunakan produk Batik Ganitri untuk dijadikan hadiah dalam kontes yang beliau selenggarakan. Kami langsung yang mengirimkan kepada para pemenang.

Dari sinilah mulai tumbuh. Rekomendasi para blogger sangat berarti untuk “mengharumkan” nama toko batikku. Yang menarik jika selesai bertransaksi dengan blogger dan memiliki kepuasan, mereka tidak akan segan untuk menuliskan pengalaman mereka di blog mereka. Aku senang, selain mereka membeli juga memberikan ulasan gratis di blognya, dan akan dibaca oleh pembaca yang tidak terbatas jumlahnya. Salah satunya adalah tulisan tentang batik pelangi ini.

Tantangan kedua adalah ketika aku akan membuka toko di Tokopedia dan Bukalapak. Bagaimana mungkin ada yang belanja ketika reputasi masih nol.

Oh ya, sebagaimana yang kita tahu, marketplace yang besar, mereka memiliki tingkatan reputasi yang secara obyektif ditentukan oleh banyaknya nilai transaksi dan feedback serta kecepatan dalam menanggapi pesanan atau order. Ini adalah contohnya.

Tingkatan reputasi Tokopedia. Batik Ganitri baru tingkat Bronze 3.

Tingkat Reputasi di Bukalapak

Batik Ganitri masih masuk kategori Pedagang di Bukalapak.

Akhir Agustus 2016 adalah awal aku membangun toko di Tokopedia dan Bukalapak. Sangat ketinggalan karena 2 tahun pasca webku dibangun. Namun aku berfikir tak akan ada penjualan jika tidak memulai.

Aku memberikan hormat kepada pembeli pertama yang bertransaksi denganku. Walau uang mereka akan aman karena adanya sistem rekening bersama atau escrow account, namun dalam hal kualitas barang, siapa akan menjamin kalau kualitasku lebih baik. Namun mereka berani bertransaksi denganku. Harus menunggu hampir 1 bulan untuk memperoleh penjualan. Ini adalah pembeli pertama kami di Tokopedia.

Pembeli Pertama di Tokopedia

Pembeli pertama Batik Ganitri di Tokopedia

Dan ketika barang sudah diterima, aku sangat senang mereka tidak segan untuk membubuhkan ucapan terima kasih kalau barang sudah diterima dengan baik, dan barang sesuai dengan yang ada di foto. Luar biasa, bagi pembeli pertama ini. Dan, seakan pecah bisul, sangat melegakan. Setiap angka akan dimulai dari angka satu. Setiap penjualan selalu dimulai dengan transaksi pertama kalinya. Bahasa umumnya adalah “penglaris”, “pecah telor” dan lain-lain. Dari sini aku optimis.

Demikian pula di Bukalapak. Kami sangat terkesan dengan pembeli pertama. Di Bukalapak hanya perlu menunggu kurang dari satu minggu sejak membuka akun untuk mendapatkan transaksi untuk pertama kalinya ini.

Pembeli Pertama di Bukalapak

 

Yang lebih menggembirakan lagi, ada dari mereka yang meminta transaksi langsung dengan memita WA atau nomor telepon. Aku sempat ragu untuk memberikan nomor telepon kepada mereka. Aku takut ditegur karena akan melakukan transaksi langsung, jika permintaan ini ditorehkan di Tokopedia atau Bukalapak. Dalam kondisi terpaksa, untuk beberapa kasus aku harus memenuhi, seperti halnya ada yang akan menghubungiku karena akan bertransaksi dalam jumlah banyak. Ini salah satu contohnya.

Komunikasi di Tokopedia

Luar biasa bagiku dengan orang-orang ini. Bahkan ada di antara pengunjung Toped memesan seragam dalam waktu yang lama, namun berani untuk memberikan lebih dahulu dananya kepada kami dalam jumlah besar. Untuk 78 pakaian. Dan .. seluruhnya, kontan.

Bagiku yang masih seujung kuku ini, jumlah tersebut sangatlah besar. Aku ambil dengan perasaan was-was namun yakin akan bisa menjalankannya. Dukungan pengrajin dan penjahitku yang yakin akan dapat menyelesaikannya adalah kekuatan lain dimana aku optimis bisa menghasilkan pesanan dengan baik dan berkualitas.

Order Pesanan

Pada hari ke empat belas setelah order baru kami kirim barangnya  melalui ekspedisi Indah Cargo sesuai permintaannya. Padahal saat itu baru aku kenal perusahaan ekspedisi yang satu ini.  Alhamdulillah selesai. Dan ini yang membuat lega. Mereka puas. Walau sempat degdegan dalam pengiriman. Dan akhirnya barang tiba dinihari pada hari H ketika batik tersebut akan digunakan.

Pemicu Semangat

Bulan Desember 2016 memberikan harapan baru. Penjualan kami meningkat cukup tajam. Aku mencoba mencatat segala transaksi secara detil. Selain mencatat penjualan dan keuangan, juga darimana asal mereka menghubungi dan asal transaksi. Berikut adalah hasilnya :

Jumlah Transaksi

Dari Web, WA, SMS, BBM ini adalah penjualan dan transaksi langsung ke rekening kami. Jadi kami sangat berterima kasih atas kepercayaannya. Dari sini kami punya pegangan untuk serius memegang kepercayaan ini.

Bukti Pengiriman JNE

Adapun perusahaan pengiriman yang sering dipilih pelanggan, pertama adalah diduduki oleh JNE, kemudian berturut-turut Kantor Pos, Tiki, Wahana, Indah Cargo dan baru-baru ini kami diminta untuk menggunakan jasa Pandu Logistic. Insya Allah wajib dicoba sesuai dengan permintaan pelanggan, selagi semua tersedia di kota Solo.

Memperbanyak Teman di Facebook

Salah satu guru internet marketing kami, Pak Arul dari Surabaya, menyampaikan harus rajin bermedsos ria. Namun pilihlah satu saja. Aku pilih Facebook yang sudah familiar.  Bisa dibaca di artikel Memilih Media Sosial ini.

Walau transaksi belum banyak, namun jujur saja, banyaknya teman yang like status adalah salah satu pemicu semangat kami untuk terus berkarya dan membuat produk terbaik. Terima kasih banyak untuk kawan-kawan baruku di facebook. Salam kenal dan salam hormat.

Kerja Keras

Kerja cerdas donk, bukan kerja keras!!. Ah aku gak peduli dengan segala macam kata-kata, kiasan dan tek tek bengek itu. Mau apapun istilahnya, energiku harus ditambah pada tahun ini. Tahun 2017 harus menjadi tahun kebangkitanku. Strategi yang jitu dan kerja keras harus seiring, berjalan bersama.

Kadang aku ikut-ikutan suamiku jadi spammer ha ha. Ngiklan produk, dan berburu hastag supaya akunku mendapat view. Tak mudah memang untuk mendapatkan follower di twitter dan instagram, misalnya. Lagi-lagi, aku mendapatkan sebuah pelajaran. Fokus pada tempat yang nyaman, dan mengoptimalkannya.

Tidak hanya hanya di depan komputer dan mencet-mencet gadget, membangun toko online ini butuh kerja keras. Jangan percaya modal nol. Sedikit atau banyak modal sangat penting. Baik dana maupun tenaga. Baik pikiran maupun keyakinan.

Memilih Kain Batik

Untuk produk sendiri, aku selalu memeriksa dari mulai bahan kain, proses menjahit, sampai ke pengiriman.

Membangun Reputasi Toko Online tidak mudah, perlu kerja keras dalam membangun kepercayaan masyarakat pengguna internet

Tidak sedikit orang tidak baik di internet, namun jauh lebih banyak orang yang baik di dunia maya ini. Aku akan berhubungan dengan orang-orang yang lebih banyak itu. Dan bertekad untuk menjadi bagian dari mereka.

 

Lelly
Lelly
Lelly, ibu dari 3 orang anak, pemilik Toko Online BatikGanitri.Com dan BatikGanitri.Co.Id. Batik Ganitri menyediakan batik tulis, batik cap, batik printing, shibori, jumputan dalam bentuk kain dan pakaian jadi. Juga menerima seragam batik untuk sekolah, instansi, pramugari dan seragam keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *