Free SSL Certificate

Keunikan Masjid Agung Surakarta aku coba uraikan berikut fotonya, kebetulan sedang jalan-jalan sore dan mampir untuk shalat Ashar. Mesjid ini sangat berdekatan dengan Keraton Surakarta dan Pasar Klewer, jadi tidak aneh jika yang berkunjung banyak para wisatawan dan mereka yang sedang berniaga di sekitar pasar.

Lokasi mesjid ini berada di kelurahan Kauman, Surakarta yang merupakan salah satu sentra batik di kota Solo selain Kampung Batik Laweyan. Daerah ini juga dikenal dengan Kampung Batik Kauman.

Kampung Batik Kauman

Salah satu sudut Kampung Batik Kauman. Aku masuk dari daerah sini untuk menuju Masjid Agung Surakarta

Artikel terkait : Kampung Batik Laweyan

Sejarah Mesjid Agung Surakarta

Keraton Kasunanan Surakarta

Keraton Kasunanan Surakarta

Mesjid ini lengkapnya bernama Masjid Agung Kraton Surakarta, memiliki nama resmi dalam bahasa Jawa yakni  Masjid Ageng Karaton Surakarta Hadiningrat yang memang dimiliki oleh Keraton Kasunanan Surakarta. (Sebagaimana diketahui, bahwa di Kota Solo terdapat 2 Keraton yakni Kasunanan dan Mangkunegaran.  Mesjid ini adalah sebagai salah satu sarana untuk syiar agama Islam pada masa  Kerajaan Kasunanan serta tentu saja buat tempat ibadah.

Sumber Wikipedia mengatakan bahwa Masjid Agung Solo ini  dibangun oleh Sunan Pakubuwono III pada tahun 1763 dan selesai pada tahun 1768. Masjid ini merupakan masjid dengan katagori masjid jami’, yaitu masjid yang digunakan untuk salat berjamaah dengan ukuran makmum besar (misalnya salat Jumat dan salat Ied). Dengan status sebagai masjid kerajaan, masjid ini juga berfungsi mendukung segala keperluan kerajaan yang terkait dengan keagamaan, seperti Grebeg dan festival Sekaten. Raja (Sunan) Surakarta berfungsi sebagai panatagama (pengatur urusan agama) dan masjid ini menjadi pelaksana dari fungsi ini. Semua pegawai masjid diangkat menjadi abdi dalem kraton, dengan gelar seperti Kanjeng Raden Tumenggung Penghulu Tafsiranom (untuk penghulu) dan Lurah Muadzin untuk juru adzan.

Bisa dibaca juga : Taman Balekambang Solo

Keunikan Masjid Agung Surakarta

Gerbang Mesjid

Gapura Mesjid Agung Surakarta

 

Gerbang Mesjid atau Gapura memiliki 3 pintu masuk dengan gapura utama berbentuk paduraksa yang berada pada sisi bagian Timur mesjid yang menghadap Alun-alun Kerator Kasunanan Surakarta Hadiningrat, sedangkan yang lainnya berada di bagian Utara dan Selatan.

Paduraksa merubakan bangunan berbentuk gapura yang memiliki atap penutup yang sering ditemukan dalam arsitektur kuno dan klasik di Jawa dan Bali. Kegunaan bangunan ini adalah sebagai pembatas sekaligus gerbang akses penghubung antarkawasan dalam kompleks bangunan khusus. Bangunan ini biasa dijumpai pada gerbang masuk bangunan-bangunan lama di Jawa dan Bali, seperti kompleks keraton, makam keramat, serta pura dan puri, meskipun pada masa sekarang ada pula rumah yang juga menggunakan gapura semacam ini. (Sumber Wikipedia).




Sedangkan bagian pintu masuk terdapat 3 buah dengan bangunan seperti khas dari Timur Tengah dan India.

Bangunan

Keunikan Masjid Agung Surakarta

Bangunan mesjid ini paduan dari khas Jawa dimana cungkup mesjid berupa Joglo.

Serambi Mesjid Surakarta

Adapun serambi, mempunyai semacam lorong yang menjorok ke depan (tratag rambat) yang bagian depannya membentuk kuncung. Ketika kami berkunjung pada saat sebelum Ashar tiba, di serambi ini banyak masyarakat yang memanfaatkannya sebagai istirahat serta tidak sedikit yang rebahan. Baru terlihat kosong ketika Adzan Ashar berkumandang.

Bagian dalam Mesjid

Ruang Utama, mempunyai empat saka guru kelihatannya dari Kayu Jati yang sangat kokoh dan kuat dan dua belas saka rawa. Kelengkapan yang ada antara lain adalah mihrab, maksura, dan mimbar sebagai tempat khatib yang berukir khas ornamen klasik yang unik namun terlihat mewah. Pengerjaannya pun sangat halus. (Berdasarkan cerita dari MYY yak, karena aku gak masuk ke bagian dalam mesjid).

Plafon Mesjid

Bagian langit-langit juga terlihat sangat unik, terlihat dari beberapa penyangga dari potongan kayu tua dengan pelapis warna yang natural sehingga  sangat menarik untuk dilihat. Kayu tersebut juga menjadi media untuk menahan kipas dan beberapa lampu kristal mewah sebagai salah satu alat penerangan mesjid.

Menara Mesjid

Menara Mesjid Agung Surakarta

Ini sangat menarik. Sebagaimana mesjid Jami selalu terdapat menara yang menjulang sebagai sarana untuk mengumandangkan adzan (ketika jaman pengeras suara belum ada, muadzin biasanya mengumandangkan adzan di menara ini pada bagian yang paling atas sehingga suara akan terdengar ke berbagai sudut kota), sekarang dijadikan tempat untuk menyimpan corong pengeras suara dan muadzin cukup melantunkan adzan di dalam mesjid.

Pintu Menara Mesjid

Pintu Menara Mesjid yang unik.

Menara Mesjid Agung Surakarta ini menjulang tinggi ke atas. Bagian atas terlihat bentuk seperti pada umumnya, dan bagian bawah terdapat pintu yang berbentuk mirip bangunan timur tengah. Menurut wikipedia bangunan ini terinspirasi dari Qutub Minar di India. Terdapat tulisan PBX yang berarti Pakubuwono X.

Tempat Wudhu

Tempat Wudhu

Tempat wudhu yang cukup luas dan banyak kran yang dapat digunakan sehingga masyarakat tidak perlu mengantri lama. Kelihatannya dibangun dalam waktu yang relatif lebih baru. Hal  ini terlihat dari keramik putih di seluruh area tempat wuduh. Yang menyenangkan adalah terdapat pijakan untuk membersihkan kaki yang memberikan kemudahan bagi jemaah.

Jam Matahari

Jam Matahari Masjid Agung Surakarta

Jam Matahari dan Penyangganya.

Usianya sudah ratusan tahun dan masih berdiri dengan kokoh di halaman bangunan tata usaha masjid. Fungsi utamanya untuk menentukan waktu shalat.

Jam Matahari

Sayangnya sudah tidak dipergunakan lagi karena jam saat ini lebih modern dan lebih mudah dibaca dan lebih familiar yang ada pada bagian dalam bangunan masjid.

Beduk dan Kentongan

Beduk dan Kentongan

Beduk dan kentongan ini masih utuh dan konon sudah berusia sangat tua. Uniknya terdapat dua buah beduk yang diletakkan di sisi kiri dan kanan di serambi masjid. Foto di atas adalah hanya salah satunya saja yang berada di bagian kanan jika kita menghadap ke mesjid dari sisi gerbang utama.

Beduk ini masih difungsikan dan ditabuh ketika kumandang Adzan kelar sebagaimana aku dengar ketika waktu Ashar tiba pada saat itu. Dulu fungsi utamanya adalah untuk menandakan tibanya waktu shalat dengan bunyi atau irama tertentu dari beduk dan kentongan tersebut.


Sekilas tentang Keunikan Masjid Agung Surakarta | Sejarah, Lokasi dan Foto yang merupakan koleksi pribadiku dan MYY.

Bagi yang berkunjung ke Solo terutama yang beragama Islam, jangan lewatkan untuk melakukan shalat di Masjid Agung Surakarta ini, selain menjalankan ibadah juga melihat keunikannya serta melihat dari dekat tempat ibadah yang dibangun masa lalu yang sarat dengan nilai sejarah.

Artikel yang berhubungan : Kota Solo Salah Satu Destinasi Wisata Yang Menarik.

Lelly
Lelly
Lelly, ibu dari 3 orang anak, pemilik Toko Online BatikGanitri.Com dan BatikGanitri.Co.Id. Batik Ganitri menyediakan batik tulis, batik cap, batik printing, shibori, jumputan dalam bentuk kain dan pakaian jadi. Juga menerima seragam batik untuk sekolah, instansi, pramugari dan seragam keluarga.

2 Comments

  1. monda says:

    masjidnya indah…, dan foto2nya luar biasa
    catat, insha Allah pengen sholat di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *