Free SSL Certificate

Sebetulnya bukan serius jualan di Car Free Day, tapi hobbynya Aiko yang baru bersama temennya di Surabaya sebelum pindah ke Solo, yaitu membuat Slime. Hampir tiap hari selalu rame di rumah, mereka mengaduk sabun cair dan temannya untuk dijadikan “tanah liat modern” sebagai mainan. Ya tak apa … kami membiarkan anak-anak berkreasi yang positif.

Hobby itu dilanjutkan di Solo. Bersama adik sepupunya membuat slime berbagai macam warna pastel kesukaannya. Nah .. lebihnya lantas kepikiran untuk dijual di sela-sela memanfaatkan hiburan di Car Free Day sepanjang Jalan Slamet Riyadi, SOlo.

Car Free Day Solo

Pencetus Car Free Day ini menurut informasi yang kuperoleh berasal dari Surabaya di sepanjang jalan Darmo. Kemudian melebar luas ke daerah-daerah di Indonesia. Jakarta di arena Bundaran HI, tidak ketinggalan Solo di Sepanjang Slamet Riyadi.

Tidak hanya perorangan yang memanfaatkan momen ini. Kami melihat beberapa organisasi, komunitas, sekolah, instansi pemerintah dan swasta memeriahkan kerumunan orang sambil jalan-jalan tanpa diganggu asap knalpot. Tak ada lalu lalang kendaraan bermesin. Hanya sepeda dan becak yang diperkenankan untuk melintas.




Hiburan murah meriah dan kreatif. Selain sesekali kita bebas polusi knalpot yang selalu menyelimuti jalan terlebih jalan sebesar dan sepanjang Slamet Riyadi yang padat.

Ketika minggu yang lalu kami menemani Aiko jualan Slime, kami mendapati beberapa anak sekolah yang kreatif menghibur dengan alunan musik yang asyik di dengar. Juga kami mendapati kelompok penggiat Bahasa Arab dari jurusan sastra beberapa universitas yang melakukan semacam long march di sepanjang arena Car Free Day. Dan masih banyak lagi.

Car Free Day Solo

Seperti halnya di Taman Bungkul Surabaya, kelompok bersepeda juga hadir meramaikan suasana ini. Terlihat ada sepeda unik yang tinggi. Avis menyukai lantas saya memotretnya.

Sepeda Unik di Solo

Ibarat peribahasa “ada gula ada semut”, kerumunan ini juga menciptakan peluang bagi para pedagang segala macam produk baik makanan atau bukan. Selain icip icip yang cocok untuk disantap pagi hari, banyak sekali mainan anak yang berjajar di sepanjang trotoar jalan. Membidik mereka yang sedang jalan-jalan.  Termasuk slimenya Aiko yang dijual murah, yang lokasinya di dekat toko buku Togamas.

Jualan Slime

Slimenya Aiko dijual murah di Solo ini. Kami sebagai orang tua membiarkannya semangat Aiko memiliki keinginan untuk coba-coba dagang slime. Kami tak memaksanya. Dan ternyata laku keras. paling tidak dari 20 cup yang dibuat oleh Aiko yang dibantu mamanya, kadang terjual sampai 18 cups. Harganya Rp 8.000,- saja.

Hubungi aja ya kalau ada yang pesan di 081319852998 sms dulu ya. Hanya untuk daerah solo dan sekitarnya.

Pendapatan ini disimpan oleh Aiko untuk dibuat slime kembali pada hari Jumat untuk persiapan dijajakan pada hari Minggu. Lebihnya dijadikan tambahan jajan di sekolah. Belajar bisnis sejak dini. He he.

Sedikit cerita tentang geliat Solo di setiap Minggu pagi.

 

Lelly
Lelly
Lelly, ibu dari 3 orang anak, pemilik Toko Online BatikGanitri.Com dan BatikGanitri.Co.Id. Batik Ganitri menyediakan batik tulis, batik cap, batik printing, shibori, jumputan dalam bentuk kain dan pakaian jadi. Juga menerima seragam batik untuk sekolah, instansi, pramugari dan seragam keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.