Free SSL Certificate
solo batik carnival 2017
Solo Batik Carnival 2017 | Unik, Menarik dan Meriah | Foto
July 16, 2017
Dua Tempat Kuliner di Solo Yang Ramai
Dua Tempat Kuliner di Solo Yang Ramai | Lama dan Baru Kukunjungi Seminggu Ini
July 30, 2017

Benteng Pendem Ngawi | Van den Bosch | Wisata Sejarah, Keunikan dan Misteri

Benteng Pendem Ngawi

Benteng Pendem Ngawi juga bernama Benteng Van den Bosch, peninggalan Belanda, salah satu wisata sejarah di kabupaten Ngawi, aku mengunjunginya ketika akan ada pertemuan di kota ini setelah magrib beberapa hari yang lalu. Kebetulan aku sampe menjelang ashar, sambil mengisi waktu menjelang magrib aku, MYY dan Avis jalan-jalan ke tempat bersejarah ini.

Disebut Benteng Pendem, tempat yang berlokasi di Alamat: Jl. Untung Suropati, Pelem, Kec. Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur ini seakan tenggelam di perbukitan kecil yang mengelilinginya, serta berada pada pertemuan sungai Bengawan Solo dan sungai Madiun.

Bagi pendatang yang baru kali ini berkeliling kota Ngawi, aku rasa cukup sulit untuk menjangkau tempat ini, sehingga aku harus bertanya beberapa kali ke masyarakat sekitar. Namun dalam perjalanan pulang, ternyata Benteng ini dapat ditempuh melalui Alun-alun kota Ngawi lantas menuju Jl. Diponegoro dan Untung Surapati.

Benteng Pendem Ngawi dan Van den Bosch

Benteng Pendem Ngawi

Anakku, Avis berdiri di depan gambar Van den Bosch yang dipajang di bangunan utama Benteng yang berada di bagian dalam.

Benteng ini didirikan oleh Johannes van den Bosch kurun waktu pembangunan 1839-1845, seorang pimpinan pasukan Belanda yang menguasai Ngawi pada saat itu yang menjadi jalur strategis perdagangan dari Barat ke Timur selain dilalui oleh Bengawan Solo. Benteng ini berfungsi sebagai markas yang dihuni kurang lebih 250 pasukan Belanda.

Penguasaan Kota Ngawi ini kelihatannya bertepatan dengan Masa Perang Diponegoro. Selain ada kesesuaian antara kurun waktu pembangunan Benteng juga terdapat pengikut Pangeran Diponegoro yang mencatat sejarah benteng dan kota ngawi yaitu Wirotani dan K.H. Muhammad Nursalim yang juga disebut-sebut sebagai salah satu yang menyebarkan agama Islam di Ngawi. Makam beliau berada di dalam lokasi Benteng.

Keunikan Benteng Pendem Van den Bosch Ngawi

Ya, menurutku unik. Benteng yang memiliki ukuran 165m x 80m dengan luas area kurang lebih 15 hektar ini dipenuhi oleh beberapa peninggalan yang saat ini menjadi tempat wisata.

Ketika memasuki area kita seakan memasuki kamp militer karena dijaga oleh anggota TNI. Namun tidak perlu melapor, cukup membuka kaca mobil, help atau kacamata hitam saja, lantas menuju ke tempat pembelian tiket. Dengan harga Rp 5.000,- per orang dan biaya parkir kendaraan Rp 3.000,- kita sudah dapat melenggang memasuki ke bagian dalam Benteng.

Kendaraan Tua Ngawi

Pertama kali kita disuguhi oleh beberapa kendaraan militer tua yang berjejer rapi yang berlokasi cukup jauh dari gerbang lama Benteng. Kendaraan ini sudah pada rusak dan tidak dapat dipergunakan lagi. Bahkan beberapa sudah tidak lagi berdiri di atas empat ban, akan tetapi disangga oleh bebatuan dan kayu.

Taman Labirin Ngawi

Pada bagian depan lokasi kendaraan ini terdapat perumahan kecil yang memiliki kesan yang kuat dihuni oleh para anggota militer penjaga keamanan negeri. Cukup asri dengan halaman serta taman bermain yang diberi nama Taman Labirin.

Pohon Randu

Keunikan lainnya adalah benteng ini juga dikeliling oleh pepohonan salah satunya pohon randu yang sangat besar dengan butiran biji dan kapas yang mulai berguguran. Aku menikmati keindahan ini di tambah dengan sorotan sinar matahari sore yang menambah indahnya sore.

Bagian Depan Benteng Pendem Van den Bosch

Gerbang Benteng Pendem

Menuju ke bagian depan, kita akan disuguhi dengan membentangnya benteng dengan gerbang yang unik dan kokoh. MYY tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk memotret. Aku, Avis dan 2 gadis yang kebetulan aku tawarkan untuk difoto juga sangat suka diambil gambarnya pada bagian ini.

Pada bagian atas gerbang tertulis masa pembangunan benteng ini yang menunjukkan tahun 1839 – 1845. Harus menempuh 6 tahun pembangunan bangunan yang besar dan kokoh ini.

Engsel

Lorong gerbang juga cukup panjang. Aku melirik ke bagian dinding. Ada sisa engsel kelihatannya yang gede banget. Terbayang pintunya akan sulit untuk dijebol.

Bagian Dalam Benteng Pendem Van den Bosch

Benteng Pendem Ngawi

Memasuki ke bagian dalam kita akan terperangah dengan keindahan bangunan tempo doeloe yang sarat nilai sejarah ini. Kemegahan dan keindahannya sangat memukau. Aku serasa berada di negeri Eropa yang sering aku lihat di film dan gambar. Karena belum ke sana, kan? he he. Jujur sana aku membayangkan keindahannya, andai kata situasi bangunan ini dalam kondisi utuh dan berfungsi atau difungsikan saat ini.

Bagian dalam Benteng

Beberapa ruang, lorong dan kokohnya bangunan yang membentang terlihat sangat menarik. Cocok untuk tepmat foto-foto model atau prewedding di tempat ini.

Benteng Van den Bosch

Melirik ke bagian lain, kita disuguhi dengan pilar-pilar yang juga terlihat sangat kokoh. Tidak kalah menariknya untuk dijadikan spot, backround atau apapun sebagai bahan oleh kreasi pecinta seni visual dengan latar bangunan tua dan bersejarah.

Misteri Benteng Pendem Ngawi | Bagian Atas

Sebelum ke bagian atas, terdapat sumur tua yang menurut cerita dari saudara kami di Ngawi, adalah tempat membuang dan mengubur mayat baik dalam kondisi hidup atau mati. Pantesan aku gak berani memotretnya (wkwkwk ngeles dikit). Sumur ini cukup besar.

penjara benteng pendem

Nah, ketika naik ke bagian atas dimana benteng ini terdapat 2 lantai yang kokoh dan tinggi sebagaimana layaknya bangunan ala Eropa, kami melewati penjara di yang berada di sisi kiri dan kanan bangunan utama. Terlihat sangat simetris dan menarik dan identik.

Anakku enggan mendekati penjara ini. Bahkan sampai ketakutan .. “ada itu, Mah”, katanya. Entah ada apa. Di tempat yang sempit ini terbayang para tahanan Belanda mendekam, entah diisi berapa orang saat itu dalam kurun waktu yang panjang tentunya.

tangga benteng pendem

Ketika akan menuju ke tingkat 2, anakku baru menganggukan kepala dengan menyisakan rasa takutnya setelah melihat penjara untuk melanjutkan perjalanan yang unik ini. Kami harus melewati tangga yang lagi-lagi membuatku terpukau.

Bagian Atas Benteng Pendem

Menginkkan kaki di lantai 2, kami menemukan pemandangan bangunan yang indah dan lagi-lagi unik. Bangunan yang eksotis namun sedikit seram. Anakku juga enggan untuk melihat bangunan ini.




Namun pada bagian lain kita disuguhkan lantai yang rusak dan ambruk sehingga kita hanya melihat lantai bawah yang ditumbuhi rerumputan. Sangat disayangkan sekali. Kami tidak berlama-lama di area ini lantas kami menuju ke bagian belakang. Lebih-lebih ada cerita macam-macam yang kami terima. Salah satunya keram ditemukan tentara belanda jalan-jalan di area ini. .. Merinding aku, walau cerita tersebut entah bener atau tidak.

Bagian Belakang Benteng Pendem

Ternyata bagian belakang benteng ini, selain dapat melihat pemandangan yang indah dari salah satu sudut Ngawi, juga cukup ramai. Banyak yang lagi foto-foto dan anak muda yang sedang sepedaan dengan menggunakan sepeda gunung yang canggih.

Pohon unik

Selain itu banyak pepohonan dari yang aku kenal sampai yang asing yang dapat dilihat. Yang sekiranya unik, tentu saja MYY menjepretnya sesuai perintah sutradara huhuuu.

Benteng Pendem

Seperti disebutkan di atas, bagian ini juga terlihat dijadikan tempat sepedaan anak-anak muda. Mereka dengan gembira menerima tawaranku untuk diabadikan. MYYpun beraksi, karena memang kerjaannya memotret.

Artikel berhubungan : Jasa Fotografi di Kota Solo.

Benteng Pendem Jawa TImur

Waktu sudah hampir maghrib ketika kami berada di bagian belakang Benteng Pendem Ngawi ini, kami harus segera bergegas untuk shalat Maghrib dan segera menemui seseorang yang jaraknya sekitar 7 km ke tempat yang sudah dijanjikan. Kelak aku akan cerita perjalanan lagi.

Artikel lain perjalanan kami bisa dibaca di Tempat Wisata di Jawa Timur Yang Pernah Aku Kunjungi.

Lelly
Lelly
Lelly, ibu dari 3 orang anak, pemilik Toko Online BatikGanitri.Com dan BatikGanitri.Co.Id. Batik Ganitri menyediakan batik tulis, batik cap, batik printing, shibori, jumputan dalam bentuk kain dan pakaian jadi. Juga menerima seragam batik untuk sekolah, instansi, pramugari dan seragam keluarga.

2 Comments

  1. monda says:

    keren banget bentengnya ini mbak Lelly…, memang betul serasa ada di Eropa sana
    mudah2an ada kesempatan bisa mampir ke situ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *